-

Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Advertisement

    Advertisement

    Adverisement

    Adverisement

    Advertisement

    Advertisement

    Advertisement

Ribuan Umat Katolik Ikuti Prosesi Cium Salib

Ilustrasi Jumat Agung
SINTANG, (KN.com) - Perayaan Jumat Agung (3/4) yang berlangsung di Gereja Kristus Raja Katedral Sintang di hadiri ribuan umat Katolik dengan puncak acara mencium salib.

Dari pantauan kenyalangnews.com, meskipun kegiatan tidak berlangsung di dalam gereja, karena sedang dipugar, tetapi umat Katolik yang ikut dalam perayaan Jumat Agung ini sudah berdatangan sejak pukul 14.00 wib, padahal acara baru dimulai pukul 15.00 wib.

"Tak sampai 30 menit Balai Kenyalang sudah terisi penuh," ujar Paulus Higang dari Panitia Paskah seksi Liturgi.

Paulus Higang menambahkan, pihak Panitia telah mempersiapkan 10 unit tenda yang dibagi dalam dua tempat. 4 unit berada di halaman dalam dan 6 unit dihalaman depan Balai Kenyalang.

"Semuanya penuh terisi, bahkan stok kursi cadangan sudah habis terpakai sehingga tak sedikit yang terpaksa mengikuti prosesi sambil berdiri. Bahkan ada yang samapi duduk dipinggiran jalan," ujarnya.

Ketua Panitia Paskah Yustinus mengungkapkan prosesi penghormatan salib merupakan bentuk rasa syukur, terima kasih kepada Yesus Kristus

"Ritual ini adalah sebagai simbol rasa syukur terhadap Yesus Kritus, Raja yang rela melayani dan mengorbankan nyawanya demi keselamatan umat,” katanya kepada Kenyalangnews.com, di sela prosesi mencium salib dilaksanakan.

Prosesi penghormatan salib juga untuk mengingat wafat dan sengsara Yesus Kristus ketika disalib.

Sebelum prosesi dimulai, umat dengan khusyuk mendengarkan pasio kisah sengsara Yesus meskipun  cuaca saat itu tengah terik.

Sementara itu, Pastor Paroki Kristus Raja Yohanes Pranoto, Pr mengungkapkan, sebelum prosesi cium salib, paginya umat juga telah mengikuti ibadat tujuh sabda.

"Tahun ini memang kita tidak ada acara drama penyaliban seperti tahun lalu. Sebagai gantinya kita melaksanakan ibadat untuk merenungkan tujuh sabda Yesus," ujarnya.

Terkait dengan membludaknya umat yang mengikuti kegiatan Jumat Agung, dirinya sangat memberikan apresiasi meskipun banyak dari umat yang tidak tertampung sehingga harus berdiri dari awal hingga akhir kegiatan.

"Terima kasih untuk umat yang telah menghadiri prosesi cium salib ini. Saya juga terharu dengan antusias umat sehingga mereka harus rela berdiri mengikuti kegiatan. Panitia sudah maksimal mempersiapkan, tapi kita tidak bisa membatasi. Mudah-mudahan bila gereja baru selesai akan dapat menampung umat." tutupnya.

Prosesi Jumat Agung ini merupakan hari kedua dalam tri hari suci yang diawali dengan perayaan Kamis Putih yang dikenang umat Katolik sebagai perjamuan malam terakhir antara Yesus dengan ke-12 rasul-Nya sebelum wafat di kayu salib pada Jumat yang dikenang sebagai Hari Jumat Agung.

Dalam tradisi Gereja Katolik, Jumat Agung dikenal sebagai hari berkabung untuk menghormati wafatnya Yesus Kristus di kayu salib. Oleh karena itu, Jumat Agung menjadi hari untuk memperingati Sengsara dan Wafatnya Tuhan Yesus. Pada hari Jumat Agung ini dikenangkan pula adanya prosesi jalan salib Yesus. Ada drama siksaan untuk menggambarkan penderitaan Yesus dahulu.

Pada sore harinya di hari Jumat Agung itu, umat Katolik melaksanakan upacara penghormatan salib atau lazim disebut mencium salib Yesus. Salib yang dicium bukan hanya berupa kayu palang, tetapi ada corpus daging, Tubuh Yesus.

Penghormatan salib merupakan tindakan untuk memusatkan perhatian pada salib sebagai sumber kebahagiaan, karena dari salib itulah Yesus berseru kepada Bapa-Nya. Dia juga akan bangkit dari antara orang mati, maka salib disebut sebagi sumber kebahagiaan.(*)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda