"Wartawan Gadungan" yang Memeras Pasien RSUD Melawi Menjawab
MELAWI, (KN.com) - Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Samsa kepada keluarga pasien gizi buruk di RSUD Melawi pada Kamis (2/4) hanya salah paham. Kasus tersebut kini juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak. (Baca juga: Wartawan Gadungan Peras Keluarga Pasien RSUD Melawi)
Samsa (yang sebelumnya ditulis Sam, wartawan gadungan) membantah dirinya mengaku sebagai wartawan harian di Kalimantan Barat. Dia hanya mengancam melapor kepada wartawan untuk memberitakan pelayanan RSUD tersebut. Karena dirinya merasa kecewa atas pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit kepada pasien.
“Saat itu saya merasa sakit hati dengan dokter yang menangani pasien gizi buruk itu, karena tidak serius, kemudian saya mengancam akan memberitakannya ke koran, sebab selama ini saya juga yang memberi informasi kepada wartawan tentang anak itu, bukan saya mengaku sebagai wartawan” kata Samsa Jumat (4/4).
Lebih lanjut Samsa mengatakan, setelah itu dokter yang menangani pasien tersebut bertanya kepada Ane (28) ibu dari pasien gizi buruk, apakah dia masih ada hubungan keluarga. Namun saat itu Ane menjawab tidak.
“Karena ibu Ane menjawab tidak, saya langsung diusir dari ruangan tersebut. Mungkin karena saya mengancam akan memasukannya ke koran, jadi dikiranya saya mengaku sebagai wartawan, padahal maksud saya tidak seperti itu, jadi ini hanya salah paham saja ,” katanya. (TP)
Samsa (yang sebelumnya ditulis Sam, wartawan gadungan) membantah dirinya mengaku sebagai wartawan harian di Kalimantan Barat. Dia hanya mengancam melapor kepada wartawan untuk memberitakan pelayanan RSUD tersebut. Karena dirinya merasa kecewa atas pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit kepada pasien.
“Saat itu saya merasa sakit hati dengan dokter yang menangani pasien gizi buruk itu, karena tidak serius, kemudian saya mengancam akan memberitakannya ke koran, sebab selama ini saya juga yang memberi informasi kepada wartawan tentang anak itu, bukan saya mengaku sebagai wartawan” kata Samsa Jumat (4/4).
Lebih lanjut Samsa mengatakan, setelah itu dokter yang menangani pasien tersebut bertanya kepada Ane (28) ibu dari pasien gizi buruk, apakah dia masih ada hubungan keluarga. Namun saat itu Ane menjawab tidak.
“Karena ibu Ane menjawab tidak, saya langsung diusir dari ruangan tersebut. Mungkin karena saya mengancam akan memasukannya ke koran, jadi dikiranya saya mengaku sebagai wartawan, padahal maksud saya tidak seperti itu, jadi ini hanya salah paham saja ,” katanya. (TP)



Tidak ada komentar: