Masyarakat Perbatasan Kalbar Ancam Golput
PONTIANAK, (KN.com) - Jelang digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2015, masyarakat Perbatasan di Kalbar mengancam akan golput, apabila pemerintah tidak serius memperhatikan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
"Menurut mereka Pilkada selama ini hanya menyita waktu masyarakat saja. Sedangkan dampaknya tidak ada bagi masyarakat perbatasan di Kalbar. Kuantitas dan kualitas pembangunan yang dijanjikan pemerintah bagi warga perbatasan tak kunjung terealisasi," ujar Ketua Umum Forum Perbatasan Kalbar, Abelnus, Sabtu (4/4).
Menurutnya, pembangunan fisik dan non fisik saat ini terus merosot di wilayah perbatasan, apalagi SDM warga perbatasan sangat jauh tertinggal dari wilayah lainnya.
"Saking rendahnya SDM masyarakat perbatasan, untuk bekerja di dalam perusahaan dengan posisi yang strategis pun tidak berdaya. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak pernah peduli dengan warga perbatasan," ucapnya.
Albelnus menuturkan, kehadiran negara bagi warga perbatasan hanya sebatas administratif, bukan sebagai langkah untuk mensejahterakan warga perbatasan. Karena tidak ada pembangunan yang signifikan dirasakan warga perbatasan. Terutama dalam dunia pendidikan, kesehatan, lingkungan dan infrastruktur dasar.
"Jadi selama ini kemana peran Presiden, Gubernur dan Bupati. Padahal dalam Undang-undang, peran pemimpin untuk mensejahterakan warganya. Akan tetapi saat ini tidak dirasakan sama sekali. Mereka sibuk dalam partai politik, tetapi kepentingan masyarakatny diabaikan," ungkapnya. (TP)



Tidak ada komentar: