Ratusan Warga Peniraman Adang Truk Pengangkut Batu
MEMPAWAH, (KN.com) - Ratusan warga Desa Peniraman, Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah turun ke jalan untuk mencegah truk masuk ke Jl Makdinah, Desa Peniraman, Selasa (7/4).
Masyarakat menilai, truk-truk yang melewati jalan itu merugikan mereka. Satu di antara warga, Doel, mengatakan, truk dapat mengangkut lebih banyak material tanah dan batu yang sebelumnya menjadi mata pencarian masyarakat Peniraman.
"Dengan begitu kita sebagai masyarakat Peniraman tidak kebagian lagi. Karena sudah diambil semuanya oleh (truk) Fuso itu. Muatan mereka yang lebih banyak, mereka bisa banting harga," ujar anggota aksi turun jalan ini.
Aksi turun jalan, itu sebelumnya telah dikomunikasikan terhadap pihak terkait dan termasuk terhadap pihak desa. Namun sekian lama, koordinasi yang dibangun masyarakat guna mencegah kegiatan pengangkutan menggunakan truk terus berlanjut, dan tidak menuai hasil yang jelas.
"Makanya kami terpaksa harus lakukan aksi demo ini dengan turun ke jalan. Karena keinginan kami sudah tidak didengarkan. Kita akan menahan setiap fuso yang akan masuk ke Jalan Makdinah. Agar kerugian yang kami alami ini tidak terus berlanjut," ungkapnya.
Selama ini, masyarakat setempat sangat mengandalkan hasil alam di Desa Peniraman sebagai mata pencarian. "Namun setelah masuknya kendaraan Fuso itu, pendapatan kami semakin berkurang dan habis. Jika ini dibiarkan bisa-bisa kami tidak bisa hidup lagi disini karena tidak punya pekerjaan lagi," katanya. (TP)
Masyarakat menilai, truk-truk yang melewati jalan itu merugikan mereka. Satu di antara warga, Doel, mengatakan, truk dapat mengangkut lebih banyak material tanah dan batu yang sebelumnya menjadi mata pencarian masyarakat Peniraman.
"Dengan begitu kita sebagai masyarakat Peniraman tidak kebagian lagi. Karena sudah diambil semuanya oleh (truk) Fuso itu. Muatan mereka yang lebih banyak, mereka bisa banting harga," ujar anggota aksi turun jalan ini.
Aksi turun jalan, itu sebelumnya telah dikomunikasikan terhadap pihak terkait dan termasuk terhadap pihak desa. Namun sekian lama, koordinasi yang dibangun masyarakat guna mencegah kegiatan pengangkutan menggunakan truk terus berlanjut, dan tidak menuai hasil yang jelas.
"Makanya kami terpaksa harus lakukan aksi demo ini dengan turun ke jalan. Karena keinginan kami sudah tidak didengarkan. Kita akan menahan setiap fuso yang akan masuk ke Jalan Makdinah. Agar kerugian yang kami alami ini tidak terus berlanjut," ungkapnya.
Selama ini, masyarakat setempat sangat mengandalkan hasil alam di Desa Peniraman sebagai mata pencarian. "Namun setelah masuknya kendaraan Fuso itu, pendapatan kami semakin berkurang dan habis. Jika ini dibiarkan bisa-bisa kami tidak bisa hidup lagi disini karena tidak punya pekerjaan lagi," katanya. (TP)



Tidak ada komentar: