Hati-Hati Telur Kadaluarsa Dari Malaysia
SINGKAWANG, (KN.com) - Ketua 3 Asosiasi Agrobisnis Perunggasan Kalbar, Bambang Mulyanto, mengklaim bahwa telur ayam asal Malaysia yang masuk melalui pintu perbatasan umumnya sudah kedaluwarsa.
Setelah dijual dari outlet selama dua minggu, barulah dikirim dan dijual di Indonesia khususnya di Kalbar, sehingga kualitasnya sudah tidak baik.
Hal itu disampaikan Bambang dalam acara sosialisasi gizi pangan sehat negara kuat di Aula Batalyon 641/Raider, Senin (6/4).
Bambang mengatakan, meski fakta seperti itu, masyarakat lebih cenderung memilih telur produksi Malaysia, dikarenakan harga lebih murah.
Saat ini, masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui apa manfaat dari mengkonsumsi telur ayam bagi kesehatan. Selain kaya akan protein, satu butir telur juga mengandung 6 gram protein, vitamin A, B, D, K, kolin, selenium, yodium, fosfor, besi, dan trakhir seng.
Sayangnya, budaya untuk makan telur di masyarakat dirasakan masih kurang. Pasalnya, dari 140 ton hasil produksi di Kalbar per hari, hanya 100 ton saja yang termakan oleh masyarakat di Kalbar dalam per hari.
Bambang menilai, kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi telur, selain belum mengetahui apa manfaat dari telur, juga muncul kekhawatiran dari masyarakat jika mengkonsumsi telur ayam. "Ada yang beranggapan, jika makan telur ayam bisa bisulan, alergi dan lain-lain. Padahal tidak seperti itu," katanya.
Kasi Bimdal Gizi Propinsi Kalbar, Liliosa Maria mengimbau kepada masyarakat yang ada di Kalbar untuk selalu membudayakan makan telur setiap hari kepada keluarganya. Budaya makan telur itu harus dimulai dari usia balita hingga dewasa. (TP)
Setelah dijual dari outlet selama dua minggu, barulah dikirim dan dijual di Indonesia khususnya di Kalbar, sehingga kualitasnya sudah tidak baik.
Hal itu disampaikan Bambang dalam acara sosialisasi gizi pangan sehat negara kuat di Aula Batalyon 641/Raider, Senin (6/4).
Bambang mengatakan, meski fakta seperti itu, masyarakat lebih cenderung memilih telur produksi Malaysia, dikarenakan harga lebih murah.
Saat ini, masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui apa manfaat dari mengkonsumsi telur ayam bagi kesehatan. Selain kaya akan protein, satu butir telur juga mengandung 6 gram protein, vitamin A, B, D, K, kolin, selenium, yodium, fosfor, besi, dan trakhir seng.
Sayangnya, budaya untuk makan telur di masyarakat dirasakan masih kurang. Pasalnya, dari 140 ton hasil produksi di Kalbar per hari, hanya 100 ton saja yang termakan oleh masyarakat di Kalbar dalam per hari.
Bambang menilai, kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi telur, selain belum mengetahui apa manfaat dari telur, juga muncul kekhawatiran dari masyarakat jika mengkonsumsi telur ayam. "Ada yang beranggapan, jika makan telur ayam bisa bisulan, alergi dan lain-lain. Padahal tidak seperti itu," katanya.
Kasi Bimdal Gizi Propinsi Kalbar, Liliosa Maria mengimbau kepada masyarakat yang ada di Kalbar untuk selalu membudayakan makan telur setiap hari kepada keluarganya. Budaya makan telur itu harus dimulai dari usia balita hingga dewasa. (TP)



Tidak ada komentar: