Petani Ketapang Harap Bisa Gunakan Mesin Untuk Panen Padi
KETAPANG, (KN.com) - Sejumlah petani di Ketapang seperti di Kecamatan Benua Kayong saat ini mulai memanen padinya. Namun cara memanen petani berbeda dengan pemerintah. Selama ini sudah puluhan tahun petani ini memanen padi secara manual atau tenaga.
Sedangkan Pemerintah telah menggunakan mesin panen gabah otomatis. Seperti yang pernah dilakukan pemerintah pada Februari lalu di Deam Area Percontohan di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan. Petani berharap agar mereka juga bisa menikmati mesin canggih tersebut.
“Selama ini kita menggunakan otot, ingin juga menggunakan mesin cangih seperti pemerintah,” kata petani di Desa Sungai Kinjil, Jumri kepada wartawan di Ketapang, Jumat (3/4).
Ia menjelaskan mulai tahap awal seperti nandur hingga panen masih manual. Jika kemampuan pemilik lahan tidak ada caranya mengupah tenaga orang lain. “Kita masih tetap menggunakan otot kalau mau berladang,” ungkapnya.
“Kalau kita tidak memiliki otot kuat terpaksa diupahkan kepada orang lain. Seperti padi yang dipanen ini, dikumpulkan dan dipikul. Kita terpaksa melakukannya karena tidak ada cara lain, tak ada mesin cangih seperti milik pemerintah itu,” lanjutnya. (TP)
Sedangkan Pemerintah telah menggunakan mesin panen gabah otomatis. Seperti yang pernah dilakukan pemerintah pada Februari lalu di Deam Area Percontohan di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan. Petani berharap agar mereka juga bisa menikmati mesin canggih tersebut.
“Selama ini kita menggunakan otot, ingin juga menggunakan mesin cangih seperti pemerintah,” kata petani di Desa Sungai Kinjil, Jumri kepada wartawan di Ketapang, Jumat (3/4).
Ia menjelaskan mulai tahap awal seperti nandur hingga panen masih manual. Jika kemampuan pemilik lahan tidak ada caranya mengupah tenaga orang lain. “Kita masih tetap menggunakan otot kalau mau berladang,” ungkapnya.
“Kalau kita tidak memiliki otot kuat terpaksa diupahkan kepada orang lain. Seperti padi yang dipanen ini, dikumpulkan dan dipikul. Kita terpaksa melakukannya karena tidak ada cara lain, tak ada mesin cangih seperti milik pemerintah itu,” lanjutnya. (TP)



Tidak ada komentar: