-

Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Advertisement

    Advertisement

    Adverisement

    Adverisement

    Advertisement

    Advertisement

    Advertisement

Diancam Dibunuh, Perekrut Mary Jane Menyerahkan Diri

NUEVA ECIJA, (KN.com) – Maria Cristina Sergio, seseorang yang diduga sebagai perekrut yang mempekerjakan terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Veloso, telah menyerahkan diri kepada Kepolisian Nueva Ecija, Filipina.

Sergio menyerahkan diri kepada Kepolisian Nueva Ecija pada pagi hari waktu setempat. Penyerahan diri Sergio bertepatan dengan hari eksekusi Mary Jane di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Indonesia.

Ketika diwawancara oleh dzMM, Sergio membeberkan alasannya menyerahkan diri kepada Kepolisian Nueva Ecija, Filipina.

“Saya tahu bahwa Mary Jane akan dieksekusi hari ini. Saya menyerahkan diri kepada kepolisian karena sebelumnya saya mendapat ancaman pembunuhan,” ujar Sergio kepada dzMM, seperti dikutip Philstar, Selasa (28/4).

Kendati telah menyerahkan diri kepada kepolisian, Sergio bersikeras menyatakan tidak menipu dan menjebak Mary Jane. Namun, ia bersedia diperiksa oleh pihak kepolisian.

Sergio merupakan satu di antara dua orang yang dituduh sebagai perekrut yang mempekerjakan Mary Jane sebagai penyelundup narkoba.

Biro Nasional Divisi Anti Perdagangan Manusia Filipina (NBI-AHRAD) menuduh Sergio dan dua orang lainnya telah melakukan praktik perekrutan ilegal, penipuan, dan perdagangan manusia.

Seperti diberitakan, Mary Jane dan delapan terpidana mati lainnya masuk ke dalam daftar terpidana mati kasus narkoba yang akan dieksekusi di Indonesia.

Perempuan asal Filipina itu ditangkap di Indonesia pada 2010 atas kasus penyelundupan narkoba dengan barang bukti 2,6 kilogram heroin. Atas barang bukti tersebut, Mary Jane divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Sleman. (OZ)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda