-

Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Advertisement

    Advertisement

    Adverisement

    Adverisement

    Advertisement

    Advertisement

    Advertisement

Petani Landak Mulai Rasakan Kelangkaan Pupuk NPK

LANDAK, (KN.com) - Ketua Kelompok Tani Pemula Desa Tebedak Kecamatan Ngabang, Frans Agus, mengeluh dengan keberadaan pupuk khususnya pupuk jenis NPK yang mulai dirasakan langka. Kalaupun ada, para petani tidak bisa membeli banyak pupuk NPK tersebut.

"Jadi langkanya pupuk ini sudah dirasakan saya dan para petani lainnya, itu sudah berlangsung sejak tiga pekan yang lalu. Akibatnya banyak petani yang mengeluh karena susah untuk mendapatkan pupuk NPK ini," ujarnya kepada wartawan di Ngabang, Selasa (28/4).

Lanjut Frans, meski pun misalnya ketersediaan pupuk NPK itu sendiri ada di pasaran Landak. Para petani hanya bisa membeli satu karung saja. "Padahal pupuk NPK ini memang sangat dibutuhkan oleh para petani termasuk saya, oleh karena itu saya meminta kepada pemerintah supaya bisa menyikapi kelangkaan pupuk NPK ini," tegasnya

Kepala Dinas Pertanian Landak, Vinsensius menuturkan, dirinya menduga langkanya peredaran pupuk di Landak ini diakibatkan banyak dimonopoli oleh oknum-oknum tertentu. "Sebaiknya jangan dimonopoli peredaran pupuk ini, masalah inilah yang sering dikeluhkan petani kita," katanya

Vinsensius mengingatkan agar petani berhati-hati dengan peredaran pupuk oplosan. "Untuk yang lebih parahnya lagi, ada kita temui pupuk oplosan. Hal inilah yang tidak kita minta, padahal kita sudah mengingatkan berkali-kali tentang hal itu" tegasnya

Sehingga untuk mengatasi hal tersebut pihaknya dari Dinas Pertanian Landak. Sudah menggelar pelatihan bagi para petani, untuk membuat pupuk organik atau pupuk buatan sendiri.

"Dengan sudah kita berikan pelatihan tersebut, diharapkan para petani bisa membuat pupuk sendiri. Mudah-mudahan bisa untuk mengatasi kelangkaan pupuk ini. Lagi pula kan para petani tidak terlalu mengharapkan bantuan pupuk subsidi," tutupnya. (TP)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda