Awas...! Maling Gentayangan di RSUD Ade M Djoen Sintang
SINTANG, (KN.com) - Nasib apes menimpa penunggu pasien bernama Selamet. Dirinya harus merelakan uang Rp 3 juta berpindah tangan, saat menunggu kesembuhan sang anak, di ruang bedah kelas II, RSUD Ade M Djoen Sintang, Jumat (10/4) dinihari.
Tragis lagi ternyata bukan hanya Selamet menjadi korban. Dua orang lainnya juga mengalami nasib serupa kehilangan dompet dan HP..
Menurut Selamet, yang merupakan warga Mensiku Kecamatan Binjai ini, uang tersebut dirinya simpan di dalam tas milik istrinya, padahal uang tersebut akan digunakan untuk pengobatan anaknya usai menjalani operasi.
"Pagi harinya istri saya periksa tas uangnya tidak ada lagi. Tapi katanya waktu malamnya, ada yang lihat orang mencurigakan laki-laki pakai jaket," kata Selame, Jumat (10/4).
Kejadian tersebut langsung dirinya laporkan kepada petugas Rumah Sakit dan berharap kasus tersebut dapat terungkap.
Tragis lagi ternyata bukan hanya Selamet menjadi korban. Dua orang lainnya juga mengalami nasib serupa kehilangan dompet dan HP..
Menurut Selamet, yang merupakan warga Mensiku Kecamatan Binjai ini, uang tersebut dirinya simpan di dalam tas milik istrinya, padahal uang tersebut akan digunakan untuk pengobatan anaknya usai menjalani operasi.
"Pagi harinya istri saya periksa tas uangnya tidak ada lagi. Tapi katanya waktu malamnya, ada yang lihat orang mencurigakan laki-laki pakai jaket," kata Selame, Jumat (10/4).
Kejadian tersebut langsung dirinya laporkan kepada petugas Rumah Sakit dan berharap kasus tersebut dapat terungkap.
Sementara itu Plh. Direktur RSUD Sintang, Sabmuniah Siong, mewakili Direktur RSUD Ade M Joen, Rossa Tripina menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan berjanji akan meningkatkan keamanan sehingga pasien dan keluarga dapat merasa nyaman.
"Mohon maaf Direktur sedang tugas luar kota. Kami mohon maaf atas kejadian tersebut. Kita sudah berupaya untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada pasien serta keluarganya, namun yang namanya musibah seperti dialami Pak Selamet dan dua orang lainnya tetap tak bisa dihindari. Sekali lagi atas nama manajemen rumah sakit kami mohon maaf atas kejadian tersebut," kata Sabmuniah Siong saat dihubungi kenyalangnews.com via seluler, Jumat malam (10/4)
Ditambahkan, untuk keluarga penunggu pasien telah dibekali ID khusus termasuk petugas keamanan RS menanyakan nama pasien yang ditunggu atau di besuk.
"Kita sudah ada SOP-nya. Jadi setiap yang akan besuk atau menunggu pasien ditanyakan nama pasien yang dirawat inap," jelasnya.
Ditegaskan juga berdasarkan SOP, sudah ada larangan untuk tidak membawa barang-barang yang berlebihan atau berharga yang dapat mengundang niat pencurian.
"Kalaupun harus membawa, keluarga penunggu pasien harus bergantian jaga. Dan jika akan keluar untuk suatu keperluan, mohon barang-barang berharganya dibawa. Pencurian terjadi karena ada niat dan kesempatan, jadi kami juga mohon kepada penunggu pasien untuk kerjasamanya." pungkasnya (TP)
"Mohon maaf Direktur sedang tugas luar kota. Kami mohon maaf atas kejadian tersebut. Kita sudah berupaya untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada pasien serta keluarganya, namun yang namanya musibah seperti dialami Pak Selamet dan dua orang lainnya tetap tak bisa dihindari. Sekali lagi atas nama manajemen rumah sakit kami mohon maaf atas kejadian tersebut," kata Sabmuniah Siong saat dihubungi kenyalangnews.com via seluler, Jumat malam (10/4)
Ditambahkan, untuk keluarga penunggu pasien telah dibekali ID khusus termasuk petugas keamanan RS menanyakan nama pasien yang ditunggu atau di besuk.
"Kita sudah ada SOP-nya. Jadi setiap yang akan besuk atau menunggu pasien ditanyakan nama pasien yang dirawat inap," jelasnya.
Ditegaskan juga berdasarkan SOP, sudah ada larangan untuk tidak membawa barang-barang yang berlebihan atau berharga yang dapat mengundang niat pencurian.
"Kalaupun harus membawa, keluarga penunggu pasien harus bergantian jaga. Dan jika akan keluar untuk suatu keperluan, mohon barang-barang berharganya dibawa. Pencurian terjadi karena ada niat dan kesempatan, jadi kami juga mohon kepada penunggu pasien untuk kerjasamanya." pungkasnya (TP)



Tidak ada komentar: