-

Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Advertisement

    Advertisement

    Adverisement

    Adverisement

    Advertisement

    Advertisement

    Advertisement

Terpidana Mati Asal Inggris Ingin Lihat Eksekutornya

CILACAP, (KN.com) – Lindsay Sandiford masuk ke tahap dua eksekusi mati kasus narkoba. Nenek asal Inggris itu meminta matanya tidak ditutup agar bisa melihat yang mengeksekusinya nanti.

Sandiford ditangkap setelah coba menyelundupkan narkoba jenis kokain seharga 1,6 juta poundsterling dari Thailand menuju Bali, pada Mei 2012. Perempuan asal Cheltenham, Inggris, itu pun menghadapi eksekusi mati dalam waktu dekat ini.

“Saya tidak mau menggunakan penutup mata. Ini bukan karena saya pemberani, tapi saya tidak mau bersembunyi. Saya ingin mereka melihat mata saya ketika mereka menembak saya,” kata Sandiford, kepada Mail Online, Senin (4/5).

“Saya juga akan bernyanyi ketika eksekusi dilakukan, bukan Amazing Grace. Tapi saya akan menyanyikan Magic Moments yang dipopulerkan oleh Perry Como,” sambungnya.

Sandiford sudah mulai mengirimkan surat kepada keluarganya. Dia meminta kepada keluarganya untuk tidak dipermalukan seperti keluarga delapan terpindana mati yang dilakukan pada tahap pertama.

"Saya tidak ingin sirkus mengerikan yang berlangsung kembali terulang di Nusa Kambangan, pekan lalu. Keluarga para tahanan yang dipermalukan di depan umum, sementara mereka menunggu eksekusi berlangsung," kata Sandiford.

“Saya tentu ingin melihat keluarga saya, tentu saja. Tapi, saya tidak ingin melihat keluarga saya ada di sana dan saya tidak butuh penasihat spiritual,” sambung perempuan 58 tahun itu. (OZ)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda