Kerjakan Ujian Paket A Sambil Susui Anak, Utin Bertekad Menjadi Sarjana
Kenyalangnews.com - Utin (33) siang itu tampak bersemangat saat datang ke SMP Negeri 45 Cengkareng, Jakarta Barat. Wanita berkerudung itu datang mengenakan seragam kemeja putih dan celana hitam, Rabu (20/5).
Dia tak sendirian, melainkan bersama tiga anaknya yang masih kecil. Utin tampak kerepotan karena menggendong bayi dan menggandeng dua anaknya.
Meski begitu, tak terlihat kegugupan pada wajahnya. Utin akan mengikuti Ujian Nasional (UN) Paket A ditemani tiga anaknya.
Ia duduk di sisi tembok baris ketiga sebagai peserta UN. Sementara peserta lainnya tampak sudah bersiap-siap.
Sembari menggendong Noval (1) putra bungsunya, Utin dengan rasa percaya diri dapat mengerjakan soal demi soal yang dihadapinya.
Tak hanya membawa anaknya yang berusia 1 tahun, dia juga memboyong buah hatinya yang pertama dan kedua. Anak pertama Utin duduk di kelas 4 SD berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan putri keduanya berusia 4 tahun.
Ujian pun dimulai, mata pelajaran IPA diujikan pada hari terakhir ujian nasional tingkat sekolah dasar.
Sesekali Noval tampak rewel merengek tersedu-sedu. Utin pun berusaha mendiamkan putranya itu dengan cara memberi ASI (air susu ibu).
Tepat pukul 13.30 peserta ujian sudah mulai mengerjakan soal. Tak hilang akal, wanita berusia 33 tahun ini menggendong Noval dengan tangan kirinya sambil memberi ASI. Sedangkan tangan kanan Utin memegang pensil guna mengerjakan soal.
Anak pertama dan keduanya pun duduk di sebelah Utin. Utin dengan tenang mengahadapi soal ujian tersebut. Ia berhasil melalui ujian nasional ini hinggak akhir.
"Saya membawa anak-anak karena mereka enggak ada yang jaga. Makanya saya bawa ke sini," ujar Utin kepada Warta Kota saat ditemui SMP N 45 Cengkareng Jakarta Barat pada Rabu siang.
Ia mengatakan ayah dari anak-anaknya itu sedang bekerja. Suaminya bekerja di kawasan Kapuk, Cengkareng sebagai buruh.
"Saya dulunya juga kerja terus, makanya enggak punya ijazah SD. Dan baru kali ini mengikuti ujian," ucapnya tampak senyum simpul.
Utin mengaku sudah tak bekerja lagi saat ini. Mumpung masih ada kesempatan dia pun berusaha demi menggapai cita-citanya. "Yang penting ada kemauan, saya niat untuk meraih cita-cita saya," tuturnya.
Ingin jadi sarjana
Utin memiliki cita-cita setinggi langit. Walau pun usianya sudah tak muda lagi, Utin ingin menjadi seorang sarjana. Ia mengikuti ujian paket A demi menggapai asanya itu. Kemudian pada tahun depan dia akan mengikuti ujian paket B.
"Saya bayar ujian paket A ini harganya Rp 1.000.000. Niatnya tahun ini mau ikut ujian paket B dan C. Tetapi harus menunggu tahun depan dulu baru bisa ikut paket B. Selanjutnya paket C lalu sampai kuliah," katanya berseri-seri.
Perempuan asal Menceng, Tegal Alur, Jakarta Barat ini rencananya ingin menjadi desainer. Ia punya angan-angan memiliki butik. "Saya kuliah mau bisa desain. Cita-cita mau buka butik," kata Utin.
Utin mengaku sudah memiliki kemampuan dasar untuk merancang pakaian. Dia berharap cita-citanya itu tercapai.
Dulah peserta tertua
Ujian Nasional Sekolah Dasar Paket A digelar pada 18-20 Mei 2015. Di Jakarta Barat, Mat Dulah (47) merupakan peserta tertua yang mengikuti UN Paket A di tahun ini.
Pria kelahiran 1968 itu tak mau kalah dari siswa SD dalam mengikuti ujian. Lelaki asal Sumenep, Madura itu bersemangat demi meraih ijazah Paket A.
"Dia (Mat Dulah) peserta UN SD Paket A tertua yang terdaftar di Kecamatan Kalideres," ujar Sudirman, Kepala Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) 19 saat ditemui di kantornya yang berlokasi di Jalan Peta Utara No 31 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Selasa (19/5) pagi.
Sudirman mengatakan bahwa Mat Dulah berprofesi sebagai pemilik toko. "Dia jualan warung sembako tapi dibela belain ikut ujian," ucapnya.
Peserta Ujian Paket A di Jakarta Barat berasal dari empat kecamatan. Semuanya mengikuti UN SD Paket A di SMPN 45 di Cengkareng. Keempat Kecamatan itu di antaranya Kalideres, Cengkareng, Tambora dan Tamansari.
Mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia dan PKN pada tanggal 18. Matematika dan IPS di tanggal 19. Sedangkan yang terakhir IPA pada tanggal 20. (KOM)
Dia tak sendirian, melainkan bersama tiga anaknya yang masih kecil. Utin tampak kerepotan karena menggendong bayi dan menggandeng dua anaknya.
Meski begitu, tak terlihat kegugupan pada wajahnya. Utin akan mengikuti Ujian Nasional (UN) Paket A ditemani tiga anaknya.
Ia duduk di sisi tembok baris ketiga sebagai peserta UN. Sementara peserta lainnya tampak sudah bersiap-siap.
Sembari menggendong Noval (1) putra bungsunya, Utin dengan rasa percaya diri dapat mengerjakan soal demi soal yang dihadapinya.
Tak hanya membawa anaknya yang berusia 1 tahun, dia juga memboyong buah hatinya yang pertama dan kedua. Anak pertama Utin duduk di kelas 4 SD berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan putri keduanya berusia 4 tahun.
Ujian pun dimulai, mata pelajaran IPA diujikan pada hari terakhir ujian nasional tingkat sekolah dasar.
Sesekali Noval tampak rewel merengek tersedu-sedu. Utin pun berusaha mendiamkan putranya itu dengan cara memberi ASI (air susu ibu).
Tepat pukul 13.30 peserta ujian sudah mulai mengerjakan soal. Tak hilang akal, wanita berusia 33 tahun ini menggendong Noval dengan tangan kirinya sambil memberi ASI. Sedangkan tangan kanan Utin memegang pensil guna mengerjakan soal.
Anak pertama dan keduanya pun duduk di sebelah Utin. Utin dengan tenang mengahadapi soal ujian tersebut. Ia berhasil melalui ujian nasional ini hinggak akhir.
"Saya membawa anak-anak karena mereka enggak ada yang jaga. Makanya saya bawa ke sini," ujar Utin kepada Warta Kota saat ditemui SMP N 45 Cengkareng Jakarta Barat pada Rabu siang.
Ia mengatakan ayah dari anak-anaknya itu sedang bekerja. Suaminya bekerja di kawasan Kapuk, Cengkareng sebagai buruh.
"Saya dulunya juga kerja terus, makanya enggak punya ijazah SD. Dan baru kali ini mengikuti ujian," ucapnya tampak senyum simpul.
Utin mengaku sudah tak bekerja lagi saat ini. Mumpung masih ada kesempatan dia pun berusaha demi menggapai cita-citanya. "Yang penting ada kemauan, saya niat untuk meraih cita-cita saya," tuturnya.
Ingin jadi sarjana
Utin memiliki cita-cita setinggi langit. Walau pun usianya sudah tak muda lagi, Utin ingin menjadi seorang sarjana. Ia mengikuti ujian paket A demi menggapai asanya itu. Kemudian pada tahun depan dia akan mengikuti ujian paket B.
"Saya bayar ujian paket A ini harganya Rp 1.000.000. Niatnya tahun ini mau ikut ujian paket B dan C. Tetapi harus menunggu tahun depan dulu baru bisa ikut paket B. Selanjutnya paket C lalu sampai kuliah," katanya berseri-seri.
Perempuan asal Menceng, Tegal Alur, Jakarta Barat ini rencananya ingin menjadi desainer. Ia punya angan-angan memiliki butik. "Saya kuliah mau bisa desain. Cita-cita mau buka butik," kata Utin.
Utin mengaku sudah memiliki kemampuan dasar untuk merancang pakaian. Dia berharap cita-citanya itu tercapai.
Dulah peserta tertua
Ujian Nasional Sekolah Dasar Paket A digelar pada 18-20 Mei 2015. Di Jakarta Barat, Mat Dulah (47) merupakan peserta tertua yang mengikuti UN Paket A di tahun ini.
Pria kelahiran 1968 itu tak mau kalah dari siswa SD dalam mengikuti ujian. Lelaki asal Sumenep, Madura itu bersemangat demi meraih ijazah Paket A.
"Dia (Mat Dulah) peserta UN SD Paket A tertua yang terdaftar di Kecamatan Kalideres," ujar Sudirman, Kepala Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) 19 saat ditemui di kantornya yang berlokasi di Jalan Peta Utara No 31 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Selasa (19/5) pagi.
Sudirman mengatakan bahwa Mat Dulah berprofesi sebagai pemilik toko. "Dia jualan warung sembako tapi dibela belain ikut ujian," ucapnya.
Peserta Ujian Paket A di Jakarta Barat berasal dari empat kecamatan. Semuanya mengikuti UN SD Paket A di SMPN 45 di Cengkareng. Keempat Kecamatan itu di antaranya Kalideres, Cengkareng, Tambora dan Tamansari.
Mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia dan PKN pada tanggal 18. Matematika dan IPS di tanggal 19. Sedangkan yang terakhir IPA pada tanggal 20. (KOM)



Tidak ada komentar: