Ahok: Banyak Camat & Lurah Terima Setoran dari Pabrik
JAKARTA, (KN.com) - Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), akan menindak para camat dan lurah yang bermain mata dengan beberapa pabrik yang berdiri di bantaran Kali Mookevart, Cengkareng, Jakarta Barat.
"Pabrik-pabrik saya mau tangkap tangan sama jaringannya, saya sudah tandai camat dan lurah, kalau mereka terima setoran tiap bulannya," ujar Ahok saat kunjungan ke Kali Mookevart, Kamis (8/4).
Dia pun tidak ingin ada lagi istilah 'asal bapak senang'. Dimana jajarannya hanya melaporkan kondisi yang baik kepadanya, tanpa menyelesaikan masalah.
"Pabrik-pabrik saya mau tangkap tangan sama jaringannya, saya sudah tandai camat dan lurah, kalau mereka terima setoran tiap bulannya," ujar Ahok saat kunjungan ke Kali Mookevart, Kamis (8/4).
Dia pun tidak ingin ada lagi istilah 'asal bapak senang'. Dimana jajarannya hanya melaporkan kondisi yang baik kepadanya, tanpa menyelesaikan masalah.
"Kita sepakatin. Sekarang banyak anak muda atau PNS yang ingin jadi lurah dan camat. Mau jadi pejabat, kita enggak mau lagi pejabat kayak dulu yang menerapkan asal bapak senang," tegasnya.
Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu berencana memasang kamera CCTV di area Kali Mookevart, untuk mengawasi kinerja lurah dan camat di daerah tersebut.
Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu berencana memasang kamera CCTV di area Kali Mookevart, untuk mengawasi kinerja lurah dan camat di daerah tersebut.
"Camat, lurahnya mesti mengecek ke warga. Camat sudah berubah ini. Bisa SMS lapor saya," pungkasnya.
Perlu diketahui, proyek Jalan Inspeksi Kali Mookervaart, Daan Mogot, Jakarta Barat pada tahap awalnya mencapai 8 kilometer dan lebar 7,5 meter. Sejak dijalankan pada 10 September 2014 lalu, sudah ada 36 dari 162 bangunan yang telah dibongkar Pemprov DKI Jakarta. Dengan estimasi satu rumah dihuni lima orang, diperkirakan ada 819 jiwa kehilangan tempat tinggalnya. (KOM)
Perlu diketahui, proyek Jalan Inspeksi Kali Mookervaart, Daan Mogot, Jakarta Barat pada tahap awalnya mencapai 8 kilometer dan lebar 7,5 meter. Sejak dijalankan pada 10 September 2014 lalu, sudah ada 36 dari 162 bangunan yang telah dibongkar Pemprov DKI Jakarta. Dengan estimasi satu rumah dihuni lima orang, diperkirakan ada 819 jiwa kehilangan tempat tinggalnya. (KOM)



Tidak ada komentar: