Agrianus : Hargai Buku Sebagai Jendela Dunia
SINTANG, (KN.com) - Di tengah Hiruk pikuknya para Bakal Calon Bupati Sintang yang saat ini tengah bersiap diri untuk perhelatan Pilkada Serentak, 9 Desember 2015, sepertinya kita melupakan sesuatu. Ya, tanggal 23 April 2014 ini adalah hari buku sedunia.
Banyak manfaat yang didapat dengan cara membaca buku dari mulai hal kecil sampai dengan hal besar semua bisa kita ketahui dengan cara membaca buku.
Hari Buku sendiri dipelopori oleh UNESCO tahun 1995 sebagai perayaan buku dan hak cipta yang diadakan di seluruh dunia tiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, hari buku dilaksanakan pada tahun 2006 dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca.
Khusus di Indonesia, hari buku nasional memang ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 17 Mei.
Buku bukan hanya menjadi bahan bacaan di waktu senggang. Namun, sudah menjadi tali pengikat manusia dengan kebudayaan. Buku pun tidak lekang dimakan waktu karena wujudnya terus mengikuti perubahan zaman. Mulai dari berbentuk gulungan, naskah kuno, kertas cetak, hingga akhirnya masuk sebagai aplikasi komputer tablet. Buku menjadi alat berharga untuk berbagi pengetahuan dan keterbukaan pada dunia.
"Buku jarang berfungsi sebagai satu kesatuan karena memicu kita untuk membaca buku lainnya. Kunci yang akhirnya membuka harta karun berikutnya," ujar Agrianus calon Bupati Sintang 2015-2020 saat dihubungi kenyalangnews.com, Kamis (23/4).
Ditambahkannya , negara khususnya Pemerintah Daerah seharusnya lebih banyak menyediakan akses pada semua pihak ke potensi yang dimiliki oleh buku. Usaha itu lanjutnya dimulai dari sekolah dengan tujuan utama memberantas buta huruf pada anak.
"Tanpa pendidikan yang berkualitas, halaman buku akan senyap," kata Agrianus
Dirinya sangat menyayangkan tidak ada perayaan khusus Hari Buku Sedunia di Indonesia. Sebab, saat ini dunia pendidikan di Indonesia tengah di sibukkan dengan agenda Ujian Nasional 2015.
"Buku merupakan salah satu bagian dari "kunci Inggris" pendidikan. Kunci Inggris itu ada empat sisi, sisi atas sebagai peserta didik; sisi kanan sebagai tenaga pendidik; sisi bawah sebagai satuan pendidikan; dan sisi kirinya adalah isi pendidikan. Salah satu isi pendidikan adalah buku," ujarnya.
Kata Agrianus, apa pun bentuknya, buku cetak atau pun elektronik, buku tetap jadi kunci penting dari pendidikan.
"Selamat Hari Buku dan Hak Cipta se-dunia" ucap Agrianus menutup.(PHS)
Banyak manfaat yang didapat dengan cara membaca buku dari mulai hal kecil sampai dengan hal besar semua bisa kita ketahui dengan cara membaca buku.
Hari Buku sendiri dipelopori oleh UNESCO tahun 1995 sebagai perayaan buku dan hak cipta yang diadakan di seluruh dunia tiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, hari buku dilaksanakan pada tahun 2006 dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca.
Khusus di Indonesia, hari buku nasional memang ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 17 Mei.
Buku bukan hanya menjadi bahan bacaan di waktu senggang. Namun, sudah menjadi tali pengikat manusia dengan kebudayaan. Buku pun tidak lekang dimakan waktu karena wujudnya terus mengikuti perubahan zaman. Mulai dari berbentuk gulungan, naskah kuno, kertas cetak, hingga akhirnya masuk sebagai aplikasi komputer tablet. Buku menjadi alat berharga untuk berbagi pengetahuan dan keterbukaan pada dunia.
"Buku jarang berfungsi sebagai satu kesatuan karena memicu kita untuk membaca buku lainnya. Kunci yang akhirnya membuka harta karun berikutnya," ujar Agrianus calon Bupati Sintang 2015-2020 saat dihubungi kenyalangnews.com, Kamis (23/4).
Ditambahkannya , negara khususnya Pemerintah Daerah seharusnya lebih banyak menyediakan akses pada semua pihak ke potensi yang dimiliki oleh buku. Usaha itu lanjutnya dimulai dari sekolah dengan tujuan utama memberantas buta huruf pada anak.
"Tanpa pendidikan yang berkualitas, halaman buku akan senyap," kata Agrianus
Dirinya sangat menyayangkan tidak ada perayaan khusus Hari Buku Sedunia di Indonesia. Sebab, saat ini dunia pendidikan di Indonesia tengah di sibukkan dengan agenda Ujian Nasional 2015.
"Buku merupakan salah satu bagian dari "kunci Inggris" pendidikan. Kunci Inggris itu ada empat sisi, sisi atas sebagai peserta didik; sisi kanan sebagai tenaga pendidik; sisi bawah sebagai satuan pendidikan; dan sisi kirinya adalah isi pendidikan. Salah satu isi pendidikan adalah buku," ujarnya.
Kata Agrianus, apa pun bentuknya, buku cetak atau pun elektronik, buku tetap jadi kunci penting dari pendidikan.
"Selamat Hari Buku dan Hak Cipta se-dunia" ucap Agrianus menutup.(PHS)



Tidak ada komentar: