Rayakan Imlek Bersama, Pj.Bupati Sintang Undang Masyarakat Tionghoa
SINTANG, (KN.com) - Atraksi barongsai memeriahkan malam perayaan imlek 2567 di tahun 2016 dengan memainkan 3 barongsai yang dimainkan secara professional oleh rekan-rekan dari perkumpulan Singa Mas yang berasal dari Pontianak ini, bertempat dikediaman Rumah Dinas Bupati Sintang, pada Jumat Malam (12/2) , yang dihadiri sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, dan para tamu undangan hadir khususnya masyarakat tionghua untuk memeriahkan dan merayakan Imlek Bersama di Kabupaten Sintang ini.
“Perayaan imlek bersama ini, merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Sintang, demi memupuk rasa keharmonisan terhadap antar suku etnis dan budaya yang ada di Kabupaten Sintang ini dan menjalin komunikasi yang baik, ,”ngkap Toni Dartriono
Menurutnya, masyarakat tionghua di Sintang sangat berterimakasih dengan Penjabat Bupati Sintang karena berkat pemikiran beliau lah acara ini bisa terlaksanakan.
“Ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Sintang, hal ini untuk mempererat tali silaturhami agar tidak ada suku yang terpecah belah, secara pribadi sangat bahagia, ini momen yang sejarah baru bagi tionghua, merayakan imlek bersama di rumah Dinas Bupati, maka dari itu perlu dukungan untuk semua pihak. Semoga tahun yang akan datang lebih bisa memeriahkan kembali acara imlek bersama seperti ini.”tambah Toni
Penjabat Bupati Sintang dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini menjadikan hal yang positif bagi kita untuk menatap masa depan yang semakin baik yang bertujuan untuk merayakan tahun baru imlek, yang dimana saling menjalin silaturahmi dan komunikasi untuk pembangunan Kabupaten Sintan.
“Permasalahan pembangunan di Kabupaten kita cintai ini sekarang semakin kompleks, sehingga marilah kita bersama-sama tingkatkan persamaan persepsi kerja sama dan bersinergi, antara seluruh komponen anak bangsa yang ada di Kabupaten Sintang, “kata Akim
Perayaan tahun baru imlek ini lanjutnya harus dimaknai dengan tepat sebagai event budaya, karena perayaan tahun baru imlek harus dapat dijadikan ajang pembauran budaya dari berbagai budaya yang ada di Kabupaten Sintang.
“Dengan demikian kebersaamaan antar etnis dan budaya semakin kokoh di bangsa ini, sehingga dapat bersama-sama membangun Kabupaten Sintang ini serta harus pastikan tidak ada lagi diskriminasi, penindasan atas dasar sara yang ada di Kabupaten Sintang serta tahun baru imlek harus dijadikan momentum untk melakukan instropeksi untuk menilai apa yang sudah kita lakukan,dengan demikian kita bisa memperbaikinya lagi,”tambahnya. (humas/phs)
“Perayaan imlek bersama ini, merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Sintang, demi memupuk rasa keharmonisan terhadap antar suku etnis dan budaya yang ada di Kabupaten Sintang ini dan menjalin komunikasi yang baik, ,”ngkap Toni Dartriono
Menurutnya, masyarakat tionghua di Sintang sangat berterimakasih dengan Penjabat Bupati Sintang karena berkat pemikiran beliau lah acara ini bisa terlaksanakan.
“Ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Sintang, hal ini untuk mempererat tali silaturhami agar tidak ada suku yang terpecah belah, secara pribadi sangat bahagia, ini momen yang sejarah baru bagi tionghua, merayakan imlek bersama di rumah Dinas Bupati, maka dari itu perlu dukungan untuk semua pihak. Semoga tahun yang akan datang lebih bisa memeriahkan kembali acara imlek bersama seperti ini.”tambah Toni
Penjabat Bupati Sintang dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini menjadikan hal yang positif bagi kita untuk menatap masa depan yang semakin baik yang bertujuan untuk merayakan tahun baru imlek, yang dimana saling menjalin silaturahmi dan komunikasi untuk pembangunan Kabupaten Sintan.
“Permasalahan pembangunan di Kabupaten kita cintai ini sekarang semakin kompleks, sehingga marilah kita bersama-sama tingkatkan persamaan persepsi kerja sama dan bersinergi, antara seluruh komponen anak bangsa yang ada di Kabupaten Sintang, “kata Akim
Perayaan tahun baru imlek ini lanjutnya harus dimaknai dengan tepat sebagai event budaya, karena perayaan tahun baru imlek harus dapat dijadikan ajang pembauran budaya dari berbagai budaya yang ada di Kabupaten Sintang.
“Dengan demikian kebersaamaan antar etnis dan budaya semakin kokoh di bangsa ini, sehingga dapat bersama-sama membangun Kabupaten Sintang ini serta harus pastikan tidak ada lagi diskriminasi, penindasan atas dasar sara yang ada di Kabupaten Sintang serta tahun baru imlek harus dijadikan momentum untk melakukan instropeksi untuk menilai apa yang sudah kita lakukan,dengan demikian kita bisa memperbaikinya lagi,”tambahnya. (humas/phs)



Tidak ada komentar: