Peringatan hari HIV/Aids: 229 Kasus Tercatat di Kabupaten Sintang
SINTANG, (KN.com) - Di Kabupaten Sintang, kasus hiv/aids mengalami kecenderungan meningkat. Hingga saat ini, tercatat sekitar 229 orang yang menderita hiv/aids. Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum, Zulkarnaen Kamis (14/1) membacakan sambutan Penjabat Bupati Sintang, Alexius Akim sebelum membuka Pawai Akbar dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS yang jatuh pada tanggal 1 Desember lalu.
"Permasalahan HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, namun merupakan gabungan dari banyak masalah di luar bidang kesehatan, baik itu persoalan sosial, ekonomi dan budaya. Jumlah yang tercatat itu, tampaknya hanya fenomena puncak dari gunung es, jumlah yang sebenarnya mungkin saja bisa lebih banyak dari itu," kata Zulkarnaen.
Untuk itu dirinya menghimbau semua pihak, untuk berperan aktif mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sintang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
"Mari kita mewujudkan Kabupaten Sintang bersih dari hiv/aids, minimal kasus hiv/aids dapat dikendalikan dan tidak berkembang semakin luas. Tentunya kerja keras dan komitmen bersama dari semua pihak sangat dibutuhkan, terutama sinergitas dari segi kegiatan maupun penganggaran.”pesannya. (humas/phs)
"Permasalahan HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, namun merupakan gabungan dari banyak masalah di luar bidang kesehatan, baik itu persoalan sosial, ekonomi dan budaya. Jumlah yang tercatat itu, tampaknya hanya fenomena puncak dari gunung es, jumlah yang sebenarnya mungkin saja bisa lebih banyak dari itu," kata Zulkarnaen.
Untuk itu dirinya menghimbau semua pihak, untuk berperan aktif mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sintang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
"Mari kita mewujudkan Kabupaten Sintang bersih dari hiv/aids, minimal kasus hiv/aids dapat dikendalikan dan tidak berkembang semakin luas. Tentunya kerja keras dan komitmen bersama dari semua pihak sangat dibutuhkan, terutama sinergitas dari segi kegiatan maupun penganggaran.”pesannya. (humas/phs)



Tidak ada komentar: