Natal Oikumene 2015: Diwarnai Keprihatinan Bencana dan Bom Sarinahh
SINTANG, (KN.com) - Peristiwa teror bom yang terjadi di Sarinah, di jalan Thamrin Jakarta pada Kamis (14/1), yang menimbulkan korban jiwa, baik pelaku dan masyarakat, menjadi keprihatinan yang mendalam dari semua pihak. Hal tersebut terungkap pada perayaan Natal Oikumene kabupaten Sintang yang berlangsung di Gedung Serbaguna pada Jumat (15/1).
Pastor Paroki Kristus Raja Katedral Sintang, Yohanes Pranoto, Pr saat membacakan pesan Natal PGI-KWI tahun 2015, mengajak seluruh umat Kristiani untuk mendoakan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Peristiwa itu jelas mengejutkan kita semua sebagai tragedi kemanusiaan di awal tahun 2016. Kita mengutuk perbuatan keji tersebut, namun kita juga berdoa untuk korban yang jatuh dalam peristiwa itu," ujar Pastor Pranoto.
Lanjutnya, sudah menjadi dasar dari ajaran Kristiani yakni cinta kasih, maka sudah sewajarnya harus terus digelorakan.
“Kita diingatkan bahwa umat kristiani tidak hidup sendiri sebagai komunitas tertutup di dunia ini. Gereja hidup berdampingan dengan komunitas-komunitas lain. Kita harus mengupayakan terwujudnya bumi yang satu ini sebagai rumah kita bersama.”terangnya.
Ditambahkan, Sebagai warga bangsa kita juga diingatkan untuk bijaksana dalam menyikapi bentuk-bentuk gangguan sosial yang dapat mengancam persaudaraan, perdamaian, dan keamanan di Negara kita. Kerusakan lingkungan terjadi, termasuk yang mengakibatkan musibah asap di berbagai wilayah Indonesia. Semua itu membuat relasi antar umat manusia dan alam menjadi terganggu, bahkan sudah makin rusak.
"Kita juga harus menjadi semakin bijaksana memperlakukan alam “Ibu Pertiwi” yang darinya kita semua memperoleh kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam semangat kelahiran Yesus kita diajak untuk menanam, menyiram dan memelihara kehidupan semua makhluk ciptaan di bumi pertiwi ini, supaya semua makhluk dapat hidup bersama sebagai keluarga Allah dengan damai, adil dan bercukupan” tambahnya.
Sementara itu Pdt. Libertus Aki, S. Th dalam doa syafaatnya mengharapkan agar perjalanan masyarakat Kabupaten Sintang dapat selalu menjaga keamanan dan ketentraman selama agar pembangunan daerah dapat berlangsung sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kami mendoakan Pemerintah Kabupaten Sintang dengan segenap jajarannya agar bisa membangun Sintang dengan baik” doa Pdt. Libertus Aki, S. Th.
Sekretaris Daerah Sintang Yosepha Hasnah, mewakili Penjabat Bupati Sintang menyampaikan disaat individualisme semakin kuat, maka perayaan natal ini harus dimaknai sebagai lahirnya sikap dan perilaku yang positif dalam membangun kebersamaan, toleransi dan menemukan keselamatan.
“Injil menjelaskan Yesus Kristus lahir di tempat yang sederhana, yang artinya kita harus hidup dengan peduli dengan kemiskinan dan hidup orang lain. Mari kita hidup sebagai keluarga Allah dengan memperkuat keluarga kita masing-masing. Jaga kesetiaan, kekompakan, dan kebersamaan seluruh anggota keluarga” terang Yosepha Hasnah.
Elisa Gultom Ketua Panitia Natal Oikumene Kabupaten Sintang Tahun 2015 mengharapkan perayaan ini dilaksanakan agar bisa memahami tema natal yang sudah disampaikan oleh PGI dan KWI serta meningkatkan toleransi umat beragama yang majemuk supaya bisa hidup bersama sebagai keluarga Allah.
“Seluruh dana yang terkumpul dalam perayaan natal oikumene ini akan disumbangkan kepada Panti Asuhan Cahaya Purnama Sintang” terang Elisa Gultom.(humas/phs)
Pastor Paroki Kristus Raja Katedral Sintang, Yohanes Pranoto, Pr saat membacakan pesan Natal PGI-KWI tahun 2015, mengajak seluruh umat Kristiani untuk mendoakan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Peristiwa itu jelas mengejutkan kita semua sebagai tragedi kemanusiaan di awal tahun 2016. Kita mengutuk perbuatan keji tersebut, namun kita juga berdoa untuk korban yang jatuh dalam peristiwa itu," ujar Pastor Pranoto.
Lanjutnya, sudah menjadi dasar dari ajaran Kristiani yakni cinta kasih, maka sudah sewajarnya harus terus digelorakan.
“Kita diingatkan bahwa umat kristiani tidak hidup sendiri sebagai komunitas tertutup di dunia ini. Gereja hidup berdampingan dengan komunitas-komunitas lain. Kita harus mengupayakan terwujudnya bumi yang satu ini sebagai rumah kita bersama.”terangnya.
Ditambahkan, Sebagai warga bangsa kita juga diingatkan untuk bijaksana dalam menyikapi bentuk-bentuk gangguan sosial yang dapat mengancam persaudaraan, perdamaian, dan keamanan di Negara kita. Kerusakan lingkungan terjadi, termasuk yang mengakibatkan musibah asap di berbagai wilayah Indonesia. Semua itu membuat relasi antar umat manusia dan alam menjadi terganggu, bahkan sudah makin rusak.
"Kita juga harus menjadi semakin bijaksana memperlakukan alam “Ibu Pertiwi” yang darinya kita semua memperoleh kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam semangat kelahiran Yesus kita diajak untuk menanam, menyiram dan memelihara kehidupan semua makhluk ciptaan di bumi pertiwi ini, supaya semua makhluk dapat hidup bersama sebagai keluarga Allah dengan damai, adil dan bercukupan” tambahnya.
Sementara itu Pdt. Libertus Aki, S. Th dalam doa syafaatnya mengharapkan agar perjalanan masyarakat Kabupaten Sintang dapat selalu menjaga keamanan dan ketentraman selama agar pembangunan daerah dapat berlangsung sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kami mendoakan Pemerintah Kabupaten Sintang dengan segenap jajarannya agar bisa membangun Sintang dengan baik” doa Pdt. Libertus Aki, S. Th.
Sekretaris Daerah Sintang Yosepha Hasnah, mewakili Penjabat Bupati Sintang menyampaikan disaat individualisme semakin kuat, maka perayaan natal ini harus dimaknai sebagai lahirnya sikap dan perilaku yang positif dalam membangun kebersamaan, toleransi dan menemukan keselamatan.
“Injil menjelaskan Yesus Kristus lahir di tempat yang sederhana, yang artinya kita harus hidup dengan peduli dengan kemiskinan dan hidup orang lain. Mari kita hidup sebagai keluarga Allah dengan memperkuat keluarga kita masing-masing. Jaga kesetiaan, kekompakan, dan kebersamaan seluruh anggota keluarga” terang Yosepha Hasnah.
Elisa Gultom Ketua Panitia Natal Oikumene Kabupaten Sintang Tahun 2015 mengharapkan perayaan ini dilaksanakan agar bisa memahami tema natal yang sudah disampaikan oleh PGI dan KWI serta meningkatkan toleransi umat beragama yang majemuk supaya bisa hidup bersama sebagai keluarga Allah.
“Seluruh dana yang terkumpul dalam perayaan natal oikumene ini akan disumbangkan kepada Panti Asuhan Cahaya Purnama Sintang” terang Elisa Gultom.(humas/phs)



Tidak ada komentar: