Saat Dibobol Maling, Penjaga Gudang Tak Berada di Tempat
BENGKAYANG, (KN.com) - Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto mengatakan pada Rabu (8/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB, kepolisian Bengkayang mendapat laporan jika telah terjadi pembobolan gudang bahan peledak.
Anggota kemudian bergegas ke lokasi dan mendapati jika bangunan gudang tersebut terdiri dari tiga bangunan yaitu gudang detonator, gudang dinamit dan gudang amonium nitrat.
Anggota yang melakukan olah TKP kemudian mendapati tak satupun kunci gembok gudang berada di tempatnya. Parahnya tidak ada penjagaan dan pengecekan terakhir pada 1 April lalu. Aparat mendapati jika petugas penjaga gudang tidak berada di tempat dengan alasan mereka tidak digaji.
Anggota kemudian bergegas ke lokasi dan mendapati jika bangunan gudang tersebut terdiri dari tiga bangunan yaitu gudang detonator, gudang dinamit dan gudang amonium nitrat.
Anggota yang melakukan olah TKP kemudian mendapati tak satupun kunci gembok gudang berada di tempatnya. Parahnya tidak ada penjagaan dan pengecekan terakhir pada 1 April lalu. Aparat mendapati jika petugas penjaga gudang tidak berada di tempat dengan alasan mereka tidak digaji.
“Pengecekan terakhir oleh satpam pada Minggu 5 April 2015, sekitar jam 11.00 Wib, kondisi gudang dalam keadaan utuh,” kata Arief.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi sekitar gudang. Kata Arief seorang saksi mengaku mendengar suara berisik seperti membongkar gembok pada Rabu dinihari.
Ditintelkam Polda Kalbar pun turun membackup Polres Bengkayang mengusut kasus ini mengingat yang dicuri adalah bahan peledak. (TP)
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi sekitar gudang. Kata Arief seorang saksi mengaku mendengar suara berisik seperti membongkar gembok pada Rabu dinihari.
Ditintelkam Polda Kalbar pun turun membackup Polres Bengkayang mengusut kasus ini mengingat yang dicuri adalah bahan peledak. (TP)




Tidak ada komentar: