-

Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Advertisement

    Advertisement

    Adverisement

    Adverisement

    Advertisement

    Advertisement

    Advertisement

KEBAKARAN : Bu Anyit, Seperti Pertanda Saya Gelisah Tak Bisa Tidur

SINTANG, (KN.com) - Kebakaran yang terjadi pada dini hari, Kamis (14/4) hingga pagi harinya, tak hanya menyisakan puing-puing bangunan dan harta benda tetapi juga trauma dan kesedihan para pemiliknya. Maria Sugawati atau yang dikenal dengan panggilan Ibu Anyit adalah satu diantaranya yang pasrah dengan tempat usahanya.

"Habis semua pak. Hanya pakaian dan surat-surat penting yang saya selamatkan," ungkap Ibu Anyit dengan nada sedih, sambil menunjukkan beberapa buntalan pakaian  yang dibungkus seprai. Saat ini, dirinya sementara tinggal di rumah Pak Siong (Matheus Siong), dan rencananya akan pindah di rukonya dekat bandara (Lapter) sore ini.

"Pak Siong saat kejadian datang dan langsung membantu saya menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Baliau langsung membawa saya kerumahnya. Mudah-mudahan sore ini ruko saya diseberang sudah dibersihkan anak saya dan bisa langsung menempatinya," ujarnya dikediaman Pak Siong.

Menurut Bu Anyit, sebelum kejadian dirinya seperti sudah merasakan tanda-tanda akan terjadi sesuatu yang besar.

"Biasanya jam 9 atau 10 malam saya sudah tidur nyenyak. Tapi entah kenapa malam itu (Rabu malam...red) saya sulit sekali untuk tidur sampai lewat tengah malam. Baru setelah itu saya bisa tertidur sampai anak saya berteriak-teriak ada kebakaran," ungkapnya menceritakan kejadian.

Bu Anyit sendiri adalah pemilik ruko material "Harapan Baru". Sementara itu, anak sulung Bu Anyit mengungkapkan, sebelum kejadian, sorenya ia baru saja mengosongkan ruko yang dipakai untuk usaha game online di dekat Lapter.

"Semua komputer saya letakkan di lantai atas ruko yang terbakar. Rencananya hari ini, jika tak ada peristiwa kebakaran komputer akan saya bawa ke Batu Buil untuk usaha disana," jelasnya.

Saat peristiwa terjadi, Bu Anyit ditemani 2 anak laki-lakinya. Sedangkan anak keduanya sedang berada di Pontianak. Atas peristiwa tersebut, diperkirakan dirinya menderita kerugian ratusan juta rupiah.

Kebakaran ruko pada dini hari tersebut, sebanyak belasan ruko---ada yang menyebut 40--- ludes terbakar. Meskipun tak ada korban jiwa, diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. (PHS)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda