-

Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Advertisement

    Advertisement

    Adverisement

    Adverisement

    Advertisement

    Advertisement

    Advertisement

FOKUS UN 2015 : Siswa Pontianak Akui Peredaran Kunci Jawaban UN

PONTIANAK, (KN.com)  - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama berlangsung tertib di sejumlah sekolah, tak terkecuali di SMAN 3 di Jl WR Supratman Pontianak, Senin (13/4).

Satu diantara siswa SMAN 3, Andi Septian mengatakan bahwa dirinya cukup merasa gugup saat menjawab soal-soal Ujian Nasional.

"Deg-degan, Bahasa Indonesianya gampang, Kimianya susah banget, agak sulit. Tadi dua pelajaran, Bahasa Indonesia 50 soal, kalau Kimia 40 soal, setiap mata pelajaran di kasih waktu dua jam saja," katanya.

Ia juga mengakui mendapat kesulitan dalam mengerjakan soal ujian nasional yang menggunakan lembar jawaban komputer. 

"Ada hambatan, pastinya seperti lupa rumus. Kalau nilai diatas 5 sih yakinlah, minimal 55 kan, kalau besok Matematika dan Biologi, kalau Matematika sudah siap," akunya.

Ditambahkannya, bahwa sebelum pelaksanaan UN ini, ia telah melakukan berbagai persiapan. Ia juga tidak meyakini adanya kunci jawaban yang beredar sebelum pelaksanaan UN. 

"Persiapannya bahas-bahas soal, soal-soal UN tahun kemarin, kisi-kisi pelajaran. Kalau bocoran jawaban belum dapat, kurang yakin sih," tambahnya

Satu diantara siswi SMAN 3, Rizca Aprilia, mengatakan akan menolak jika mendapat tawaran kunci jawaban. Meski demikian, ia tidak menampik beredarnya kunci jawaban tersebut terhadap teman sekolahnya.

"Kalau ada yang menawarkan kunci jawaban, kalau pakai harga, kalau mahal ndak lah, ndak mau saya. Yang tadi saja beli banyak ndak benar, bukan saya sih, kawan yang beli seratus (ribu)," katanya.

Sementara Kepala SMAN 3 Pontianak, Fatmawati menjelaskan bahwa di sekolahnya peserta Ujian Nasional sejumlah 273 siswa. Rinciannyajurusan IPA sejumlah 169 siswa dan sisanya jurusan IPS. Dari 169 siswa IPA4, 26 di antaranya merupakan siswa akselerasi.

"Kita ndak ada kekurangan naskah maupun lembar jawaban, semuanya alhamdulillah lancar, gangguan teknis lainnya juga ndak ada," ujarnya

Fatmawati juga mengatakan bahwa dirinya meyakini bahwa siswa-siswi di sekolah tersebut tidak menggunakan kunci jawaban dalam mengerjakan soal-soal ujian nasional.

"Kalau kunci jawaban, kalau di SMAN 3 sih saya yakin anak-anak kayaknya ndak lah, karena pernah anak kami di SMAN 3 saya pernah mengobrol, mereka mengatakan bahwa kayaknya otak kami lebih pintar bu dari kunci jawaban itu, karena memang tidak semua kunci jawaban itu benar," katanya. (TP)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda