Bahan Peledak yang Dicuri Termasuk Jenis Berbahaya
SINGKAWANG, (KN.com) - Komandan Kodim (Dandim) 1202/Singkawang Letkol Inf Nico Reza H. Dipura mengatakan, bahan peledak yang dicuri dari gudang PT Tunas Alaska termasuk jenis berbahaya. Jika digunakan, bahan itu bisa menimbulkan daya ledak yang cukup besar.
Dirinya bersyukur, bahan peledak itu tidak sampai digunakan. Pelaku pencurian hanya menaburkan ke tanaman mereka.
"Dipikirnya itu pupuk. Jadi ditaburkanlah di tanaman. Namanya bahan peledak, gak bisalah dijadikan pupuk," ungkap Nico, Kamis (9/4).
Dandim mengatakan, pihaknya membackup Polres Bengkayang dalam pencarian bahan peledak yang hilang. Untuk pengungkapan pelaku, sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian.
"Kita backup pencarian saja. Proses hukumnya ke Polres. Pelaku juga sudah diamankan. Pelaku mengira itu pupuk, sehingga setelah diambil dari gudang, ditaburkan ke tanamannya," kata Nico.
Pencurian bahan peledak terjadi di gudang bahan peledak PT Tunas Alaska, Monterado Kabupaten Bengkayang, Rabu (8/4) sekitar pukul 01.00 wib. Kapolres Bengkayang, AKBP Vendra R mengatakan, setelah dilakukan pengecekan gudang bahan peledak, semua kunci gembok dalam keadaan rusak. (TP)
Dirinya bersyukur, bahan peledak itu tidak sampai digunakan. Pelaku pencurian hanya menaburkan ke tanaman mereka.
"Dipikirnya itu pupuk. Jadi ditaburkanlah di tanaman. Namanya bahan peledak, gak bisalah dijadikan pupuk," ungkap Nico, Kamis (9/4).
Dandim mengatakan, pihaknya membackup Polres Bengkayang dalam pencarian bahan peledak yang hilang. Untuk pengungkapan pelaku, sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian.
"Kita backup pencarian saja. Proses hukumnya ke Polres. Pelaku juga sudah diamankan. Pelaku mengira itu pupuk, sehingga setelah diambil dari gudang, ditaburkan ke tanamannya," kata Nico.
Pencurian bahan peledak terjadi di gudang bahan peledak PT Tunas Alaska, Monterado Kabupaten Bengkayang, Rabu (8/4) sekitar pukul 01.00 wib. Kapolres Bengkayang, AKBP Vendra R mengatakan, setelah dilakukan pengecekan gudang bahan peledak, semua kunci gembok dalam keadaan rusak. (TP)



Tidak ada komentar: